Dosen dan Mahasiswa MBKI UIN Sunan Kalijaga Laksanakan Penelitian Partisipatif Bersama WCC Bantul
MBKI PAR BERSAMA WCC
Yogyakarta, 16 Juni 2026 – Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (MBKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa yang berfokus pada penguatan makna sosial dan spiritual transpuan melalui pendekatan refleksi positif berbasis partisipatif. Penelitian yang berjudul “Strengthening the Social and Spiritual Meaning-Making of Transgender Women: A Positive Reflection-Based Approach: A Participatory Action Research Study at the Waria Crisis Center Bantul, Yogyakarta” ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen program studi dalam mengembangkan penelitian yang responsif terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
Tim peneliti terdiri atas Moh. Khoerul Anwar, Ph.D. dan Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. sebagai dosen Magister Bimbingan dan Konseling Islam, bersama mahasiswa MBKI yaitu Nabilah Nurulfitri, S.Sos., Nadhrah ‘Afifah Dzalqi, S.Sos., Alevri Meilinda Fauzima, S.Sos., dan Tri Novitasyari Darman, S.Pd.
Kegiatan penelitian ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas tim dosen, mahasiswa peneliti, serta para partisipan yang tergabung dalam Waria Crisis Center (WCC) Bantul. Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat, terbuka, dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan melalui sesi perkenalan, diskusi, dan berbagi pengalaman yang berlangsung secara komunikatif. Interaksi yang terjalin menciptakan ruang dialog yang akrab dan reflektif sehingga para partisipan dapat menyampaikan pandangan serta pengalaman hidup mereka dengan nyaman dan terbuka.
Dalam sambutannya saat kegiatan berlangsung, Moh. Khoerul Anwar, Ph.D. menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memahami secara lebih mendalam kehidupan sosial, spiritual, serta aktivitas keseharian para transpuan yang tergabung dalam Waria Crisis Center (WCC) Bantul. Menurutnya, proses penelitian tidak hanya menjadi sarana pengumpulan data, tetapi juga ruang belajar bagi para peneliti untuk memahami pengalaman hidup yang dijalani oleh para partisipan.
“Kami hadir untuk belajar, memahami, dan mendalami bagaimana proses kehidupan yang dilalui oleh kakak-kakak semua. Melalui penelitian ini, kami ingin memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kehidupan sosial, aktivitas keseharian, serta pengalaman spiritual yang menjadi bagian dari perjalanan hidup para transpuan di WCC.”
Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan partisipan sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan penelitian. Pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya ruang dialog yang setara, reflektif, dan berorientasi pada pemberdayaan, sehingga penelitian tidak hanya menghasilkan temuan akademik tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas yang terlibat.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai ruang refleksi bersama untuk menemukan kembali makna hidup dan harapan ke depan.
“Semoga ruang ini bukan hanya menjadi tempat berbagi cerita, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan kembali makna hidup kita ke depan.”
Melalui pendekatan refleksi positif, penelitian ini berupaya membantu partisipan mengenali berbagai pengalaman bermakna dalam hidup mereka, memperkuat potensi diri, serta membangun pemaknaan sosial dan spiritual yang lebih konstruktif. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan layanan konseling yang lebih inklusif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.
Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara dosen dan mahasiswa, Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga terus mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.