Magister BKI UIN Sunan Kalijaga Berperan Aktif: Diskusi Asosiasi Profesi, PABKI dalam Rangkaian FORDAKOM di Balikpapan
MBKI Diskusi Aktif Dalam Forum PABKI
Pada Sabtu (6/6/2026), rangkaian Fordakom juga diisi dengan pertemuan Pengurus dan Anggota Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI). Forum yang dihadiri sekitar 20 perwakilan perguruan tinggi anggota PABKI dari berbagai daerah di Indonesia tersebut membahas sejumlah agenda strategis organisasi, terutama persiapan Konferensi Nasional PABKI 2026.
Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (MBKI) UIN Sunan Kalijaga turut berpartisipasi aktif dalam diskusi yang berlangsung dinamis. Dalam forum tersebut, delegasi MBKI menyampaikan berbagai gagasan terkait penguatan jejaring akademik dan percepatan penyelenggaraan konferensi nasional sebagai ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi bimbingan dan konseling Islam dari seluruh Indonesia.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhsin Kalida, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan konferensi nasional sebagai langkah strategis untuk memperkuat eksistensi dan pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam di Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga, Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., menegaskan bahwa penguatan identitas profesi konselor memerlukan kolaborasi yang lebih luas antarlembaga dan pemangku kepentingan. Menurutnya, konferensi nasional dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat arah pengembangan keilmuan sekaligus mempertegas kontribusi konselor dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat kontemporer.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi MBKI, Sudharno Dwi Yuwono, M.Pd., menekankan pentingnya pembahasan mengenai inovasi teknologi dalam layanan konseling. Ia menilai perkembangan teknologi digital perlu direspons secara serius oleh kalangan akademisi dan praktisi agar layanan konseling semakin adaptif terhadap kebutuhan generasi masa kini.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif. Berbagai koordinator program studi dan perwakilan perguruan tinggi saling bertukar pandangan, menyampaikan gagasan, serta merumuskan langkah strategis untuk pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam di Indonesia. Jalannya forum dipandu oleh Tim PABKI, Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd., bersama Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., yang memimpin jalannya diskusi secara terbuka, inklusif, dan konstruktif. Berbagai usulan yang muncul dari peserta mendapatkan ruang diskusi yang proporsional sehingga menghasilkan dialog akademik yang dinamis dan produktif.
Menjelang berakhirnya forum, peserta menyepakati sejumlah tindak lanjut organisasi, termasuk percepatan persiapan Konferensi Nasional atau Kongres PABKI tahun 2026. Berdasarkan hasil pembahasan dan aspirasi peserta yang mengemuka dalam forum, Kota Bandung menjadi kandidat terkuat untuk lokasi penyelenggaraan, dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diproyeksikan sebagai tuan rumah. Rencana tersebut disambut antusias oleh peserta sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, jejaring akademik, serta pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam di tingkat nasional.