Dari Gen Z hingga Al-Qur'an, Seminar MBKI Kupas Penanganan Krisis Mental Secara Holistik

Yogyakarta, 19 Mei 2026 – Mahasiswa Magister Bimbingan dan Konseling Islam (MBKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyelenggarakan Seminar Penguatan Riset Konseling Krisis dalam Perspektif Islam yang menghadirkan akademisi dan pakar di bidang konseling serta kajian Islam. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan riset dan praktik konseling krisis berbasis nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhinmenyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang mengangkat tema konseling krisis dalam perspektif Islam. Menurutnya, isu kesehatan mental dan berbagai krisis yang dihadapi masyarakat saat ini memerlukan perhatian serius dari kalangan akademisi, khususnya melalui pengembangan riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kajian-kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan zaman serta berkontribusi dalam penguatan kesejahteraan psikologis masyarakat.

Selanjutnya, Ketua Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (MBKI), Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kajian dan riset konseling krisis di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan kesehatan mental yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, konselor masa kini dituntut tidak hanya memiliki kompetensi profesional dalam memahami persoalan psikologis, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan keislaman sebagai bagian dari proses pendampingan dan pemulihan. Selain menyampaikan sambutan, Moh. Khoerul Anwar juga memaparkan perkembangan Program Studi Magister BKI, termasuk berbagai upaya peningkatan mutu akademik dan evaluasi akreditasi sebagai bagian dari komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Seminar nasional ini mengolaborasikan pendekatan praktis dalam menghadapi darurat kesehatan mental generasi muda dengan penguatan konseling krisis yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas Islam. Melalui integrasi kedua perspektif tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan psikologis kontemporer sekaligus alternatif penanganannya secara holistik.

Dalam sesi pertama, Dr. Eva Imania Eliasa, M.Pd., dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyampaikan materi bertajuk “Merangkul Gen Z di Titik Krisis.” Ia memaparkan berbagai temuan terkait kondisi kesehatan mental generasi muda, termasuk tingginya risiko depresi, kecemasan, dan berbagai persoalan psikologis yang memerlukan perhatian serius dari keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat. Menurut Dr. Eva, berbagai krisis psikologis yang dialami generasi muda sering kali dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil, kurangnya pemenuhan kebutuhan psikologis, serta tekanan sosial yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.

Sementara itu, Prof. Hj. Nurjannah, M.Si. menyampaikan materi bertajuk “Konseling Krisis dalam Perspektif Islam: Spiritualitas dan Nilai dalam Penanganan Krisis Psikologi.” Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai konsep krisis yang termaktub dalam Al-Qur'an, seperti musibah, fitnah, dan bala', sebagai landasan dalam memahami dinamika kehidupan manusia dari perspektif Islam. Menurut Prof. Nurjannah, krisis psikologis tidak hanya dapat dipahami sebagai persoalan klinis, tetapi juga sebagai bagian dari ujian kehidupan yang memerlukan penguatan makna spiritual. Melalui pendekatan ini, proses pemulihan individu dapat dilakukan secara lebih utuh dengan mengintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual.

Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai pentingnya penguatan riset konseling krisis serta pengembangan pendekatan konseling yang mampu menjawab tantangan kesehatan mental masyarakat modern dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam.