Prof. Dr. Casmini Perkuat Mental Mahasiswa lewat Pelatihan Flow Akademik

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penguatan kapasitas intrapersonal mahasiswa dalam mencapai flow akademik. Kegiatan yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Casmini, M. Siini menjadi bagian dari komitmen akademik Magister BKI dalam mendukung kesejahteraan mental dan pengembangan karakter mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali kekuatan diri, baik dari aspek kognitif, emosional, maupun spiritual. Berbagai potensi seperti ketekunan, empati, kemampuan refleksi diri, hingga pengendalian emosi menjadi fokus utama agar mahasiswa mampu membangun kesadaran diri dan strategi belajar yang lebih terarah serta bermakna. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak memahami konsep flow akademik, yaitu kondisi ketika seseorang mampu terlibat sepenuhnyadalam proses belajar dengan fokus tinggi dan kepuasan intrinsik. Kondisi ini muncul ketika tantangan akademik berada dalam keseimbangan dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga aktivitas belajar tidak lagi dirasakan sebagai tekanan, melainkan sebagai proses pengembangan diri yang bernilai.

Sebagai bentuk pengabdian yang aplikatif, para peserta juga dibekali berbagai strategi nyata, mulai dari pengelolaan tujuan belajar, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, penguatan disiplin diri, hingga kemampuan regulasi emosi. Pendekatan psikologis tersebut kemudian dipadukan dengan nilai-nilai keislaman seperti niyyah (niat), keikhlasan, ṣabr (sabar), dan tawakal sebagai fondasi spiritual dalam menjalani aktivitas akademik. Moh. Khoerul Anwar selaku Ketua Program Studi Magister BKI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kesehatan mental dan spiritual mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan mengenali kekuatan diri agar mampu menjadi pribadi yang tangguh, produktif, dan memiliki makna dalam proses belajarnya. Selain itu, melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami potensi dirinya secara lebih mendalam serta menjadikan proses belajar sebagai ruang pengembangan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang,tuturnya.

-Rizki