Dari Rasa Takut Menuju Harapan: Kolaborasi Magister BKI UIN Sunan Kalijaga dan IPMB Bangun Resiliensi Karir Pemuda
Yogyakarta — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (MBKI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Ikatan Persaudaraan Muda Mudi Banteng (IPMB) Sleman menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Internalisasi Nilai Khauf dan Raja’ dalam Membangun Resiliensi Karir di Tengah Ketidakpastian Masa Depan.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan karir di era perubahan yang semakin dinamis.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kecemasan generasi muda terhadap masa depan karir, tingginya persaingan dunia kerja, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat. Melalui pendekatan integratif antara nilai spiritual Islam dan pengembangan diri, peserta diajak memahami konsep khauf sebagai kesadaran diri yang mendorong kesiapan menghadapi risiko, serta raja’ sebagai harapan kepada Allah SWT yang menumbuhkan optimisme dan keteguhan langkah dalam menjalani kehidupan.
Dalam suasana reflektif dan dialogis, kegiatan ini menghadirkan ruang pembelajaran yang menekankan pentingnya resiliensi karir sebagai kemampuan adaptif menghadapi ketidakpastian. Peserta memperoleh penguatan untuk mengelola kecemasan masa depan, menumbuhkan optimisme, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta tetap bertumbuh di tengah perubahan zaman. Kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas pemuda ini menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, kontekstual, dan berdampak bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Magister BKI sekaligus narasumber kegiatan, Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., menyampaikan bahwa nilai khauf dan raja’ merupakan fondasi penting dalam membangun kesiapan mental generasi muda menghadapi masa depan. Menurutnya, ketakutan tidak selalu bermakna negatif, tetapi dapat menjadi energi reflektif yang mendorong individu untuk lebih siap, belajar, dan berkembang.
“Ketidakpastian masa depan bukan untuk ditakuti secara berlebihan, melainkan dimaknai sebagai ruang pertumbuhan. Melalui keseimbangan antara khauf dan raja’, seseorang mampu menjaga kesadaran diri sekaligus menumbuhkan harapan sehingga tetap optimis dalam merancang karir dan kehidupan,” ungkapnya.