Kolaborasi Pengabdian Dosen-Mahasiswa Dorong Pendampingan Anak yang Empatik dan Islami
Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pendampingan anak berbasis emosi dan nilai-nilai Islam. Kegiatan yang dipimpin oleh Prof. Dr. Casmini tersebut melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa Magister BKI sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mendukung penguatan kualitas pengasuhan anak di masyarakat.
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan mengelola emosi anak, seperti marah, takut, sedih, dan senang. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya merespons emosi anak secara empatik, tenang, dan tidak reaktif agar tercipta hubungan pengasuhan yang lebih sehat dan suportif.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai simulasi melalui metode role play untuk mempraktikkan teknik komunikasi dan pendampingan anak dalam situasi sehari-hari. Metode tersebut digunakan agar peserta dapat memahami secara langsung cara menghadapi dinamika emosional anak dengan pendekatan yang lebih efektif dan humanis. Selain pendekatan psikologis, pelatihan juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti qaulan ma’rufan, ṣabr, raḥmah, dan muḥāsabah sebagai dasar dalam proses pendampingan anak. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang hangat, aman, dan mendukung perkembangan emosional anak.
Ketua Program Studi Magister BKI, Moh. Khoerul Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Magister BKI dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sosial. Menurutnya, kemampuan memahami emosi anak merupakan salah satu aspek penting dalam membangun pola pengasuhan yang sehat dan berkelanjutan. “Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bekal bagi peserta dalam mendampingi anak secara lebih sabar, empatik, dan selaras dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercipta lingkungan pengasuhan yang positif bagi perkembangan anak,” ujarnya.