Pengembangan Kompetensi Konselor Keluarga: Kolaborasi Magister BKI dengan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama

Yogyakarta — Program Magister Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) melaksanakan kegiatan Research Camp bertema “Pengembangan Kompetensi Konselor Keluarga” melalui kolaborasi strategis dengan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI pada Rabu, 28 Januari 2025, bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa Magister BKI dalam bidang konseling keluarga berbasis nilai-nilai Islam serta praktik layanan di KUA. Mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai peran strategis KUA dalam pembinaan keluarga sakinah, layanan konsultasi keluarga, mediasi konflik rumah tangga, serta program preventif dalam penguatan ketahanan keluarga.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, yakni H Zudi Rahmanto, M. Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan kompetensi konselor keluarga merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan rumah tangga di era modern.

Beliau menyampaikan bahwa KUA saat ini bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan dan ketahanan keluarga, tidak hanya berfokus pada pencatatan pernikahan, tetapi juga pada edukasi pranikah, pendampingan keluarga, serta mediasi konflik berbasis nilai-nilai Islam.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menjadi langkah strategis dalam mencetak konselor keluarga yang profesional, moderat, dan adaptif terhadap dinamika sosial. Kami berharap mahasiswa Magister BKI dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam memperkuat program keluarga sakinah di masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Program Studi Magister BKI, Moh. Khoerul Anwar, Ph. Ddalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Research Camp ini dirancang untuk menjembatani teori dan praktik, sehingga mahasiswa mampu memahami dinamika riil pelayanan konseling keluarga di tingkat akar rumput.

“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan konselor keluarga profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, pemaparan, dan observasi lapangan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai:

  • Kebijakan strategis Program Keluarga Sakinah

  • Model layanan konseling dan mediasi keluarga di KUA

  • Strategi preventif dan kuratif dalam pembinaan rumah tangga

  • Penguatan ketahanan keluarga berbasis moderasi beragama

  • Tantangan pelayanan konseling keluarga di era digital

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog akademik antara mahasiswa dan praktisi KUA untuk membahas penguatan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan, pengembangan riset terapan, serta peluang kolaborasi program pendampingan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kemitraan berkelanjutan antara Magister BKI dan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah dalam pengembangan sumber daya konselor keluarga yang profesional, berintegritas, serta mampu mendukung terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah masyarakat Indonesia. lkt